Lazada Indonesia

Friday, April 15, 2016

MAKALAH PARAGRAF NARASI

BAB 1
PENDAHULUAN
1.              Latar Belakang
Indonesia adalah Negara kesatuan kita yang dijaga, dihormati oleh masyarakatnya, Bangsa Indonesia yang beragam suku, budaya dan bahasa namun tetap satu bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia.
Sebagai mahasiswa sekaligus bagian dari bangsa Indonesia, sudah sepantasnya kita menjaga nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam bahasa kususnya nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa Indonesia
Untuk menulis sesuatu hal yang menarik kita perlu berfikir. Sebuah paragraf yang menarik, pertama kita harus tau apa itu paragraf. Paragraf merupakan sekelompok kalimat yang mengandung beberapa informasi yang relevan tentang suatu ide. Paragraf yang baik biasanya terpusat pada satu topik kalimat. Ketika kita mempunyai petunjuk untuk mulai menulis, kita dapat menyelesaikan paragraf tersebut dengan sukses. Sebuah kalimat topik akan membantu kita untuk memilih informasi yang relevan.

2.              Permasalahan
Sesuai dengan judul makalah diatas yaitu tentang paragrapf narasi. Maka kita perlu merumuskan masalah agar pembahasan tidak melebar dari konsep pembahasan.
1.    apa yang dimaksud dengan paragraf narasi?
2.    apa saja jenis-jenis paragraf narasi ?
3.    apa perbedaan paragraf narasi dengan paragraf lainnya ?
4.    apa tujuan dan kegunaan paragraf narasi ?

Tujuan
Selain memenuhi tugas bahasa indonesia makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi wacana narasi.
2.      Menetukan jenis-jenis wacana narasi.
3.      Membedakan wacana narasi dengan wacana lainnya.
4.      Mengetahui tujuan/ kegunaan dari wacana narasi.
5.      Untuk memberikan wawasan lebih luas tentang paragraf narasi kepada pembaca.
6.      Sebagai metode pembelajaran untuk pembaca.











BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Paragraf  Narasi
Paragraf narasi merupakan salah satu jenis paragraf yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Contoh narasi:
1.      Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
2.      Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

Pengertian narasi  para ahli:
1.      Menurut Keraf
Karangan narasi merupakan bentuk karangan yang sasaran utamanya adalah tindak tanduk yang dijalin dan dirangkai menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu. Atau dapat juga dirumuskan dengan cara lain;narasi adalah suatu bentuk karangan yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa.

2.      Menurut Widyamartaya
Narasi bertujuan menyampaikan gagasan dalam urutan waktu dengan maksud menghadirkan didepan mata angan-angan pembaca serentetan peristiwa yang biasanya memuncak  pada kejadian utama.

3.      Menurut Finoza
Karangan narasi (berasal dari naration berarti bercerita)  adalah suatu bentuk yang berusaha menciptakan,mengisahkan,dan merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau berlangsung dalam suatu kesatuan waktu.

2.    Ciri-ciri Paragraf Narasi
Menurut Keraf (2000:136) ciri-ciri narasi adalah:
1.      Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
2.      Dirangkai dalam urutan waktu.
3.      Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
4.      Ada konfiks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronlogis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
1.      Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
2.      Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
3.      Memiliki nilai estetika.
4.      Menekankan susunan secara kronologis.
Ciri yang dikemikakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.
3.    Pola Pengembangan Paragraf Narasi
       Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama, yakni:
1.      Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas.
2.      Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas.
            Gagasan utama paragraf akan menjadi jelas apabila dilakukan perincian yang cermat. Perincian-perincian itu dapat dilakukan dengan bermacam pola pengembangan. Pola pengembangan yang dipakai, antara lain ditentukan oleh gagasan atau masalah yang hendak dikemukakan. Misalnya, apabila gagasan yang hendak disampaikan itu berupa urutan peristiwa, maka pola pengembangan yang sebaiknya dipilih adalah pola kronologis (naratif) atau proses (eksposisi). Lain lagi apabila masalahnya itu mengenai sebab-akibat suatu kejadian, maka pola yang dipilih adalah pola kausalitas (eksposisi, Argumentasi). Pilihan pola pengembangan ditentukan pula oleh pandangan penulis itu sendiri terhadap masalah yang hendak disampaikannya.
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh, kejadian, dan latar ruang atau waktu.
Berdasarkan materi pengembangannya, paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis, yakni narasi fiksi dan narasi nonfiksi. Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif disebut juga narasi sugestif. Contohnya: novel dan cerpen. Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual, suatu yang ada dan benar-benar terjadi disebut juga narasi ekspositori. Contohnya biografi dan laporan perjalanan.
Perbedaan yang lebih jelas antara narasi fiktif dan nonfiktif adalah sebagai berikut:
a.       Narasi Fiksi:
1.      Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai sarana rekreasi rohaniah.
2.      Menggugah majinasi.
3.      Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna, kalau perlu dapat diabaikan.
4.      Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan konotasi.

b.      Narasi Nonfiksi:
1.      menyampaikan informasi yang memperluas pengetahuan.
2.      memperluas pengetahuan atau wawasan.
3.      Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai kesepakatan rasional.
4.      Bahasanya cenderung informatif dan menitikberatkan penggunaan makna denotasi.

4.    Langkah-Langkah Menyusun Paragraf Narasi
            Langkah-langkah menulis karangan narasi:
1.      Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan.
2.      Tetapkan sasaran pembaca kita.
3.      Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur.
4.      Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita.
5.      Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
6.      Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.
Langkah menyusun narasi (fiksi):
Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
5.    Jenis-jenis Paragraf Narasi
Jenis-jenis Karangan Narasi:
a.       Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis)
            Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.


b.        Narasi Sugesti
            Narasi sugesti adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Melalui paragraf narasi sugesti kita dapat menyampaikan peristiwa pada suatu waktu dengan makna yang tersirat atau tersurat dengan bahasa yang lebih condong ke bahasa figuratif dengan menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif. Narasi sugesti berupa wacana fiktif seperti dongeng,cerpen,novel,dan roman. Dongeng,cerpen,novel,dan roman merupakan bentuk narasi fiktif dengan ciri khas yang dimilikinya yaitu adanya alur dan suspensi,latar dan waktu,tokoh dan karakter,sudut pandang dan makna yang terkandung di dalamnya.
Berdasarkan jenis cerita, narasi dibagi menjadi dua macam.
1.      Narasi yang mengisahkan peristiwa yang benar-benar terjadi atau cerita nonfiksi. Misalnya, cerita perjuangan pahlawan, riwayat atau laporan perjalanan, biografi, dan autobiografi.
2.      Narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Jenis karangan narasi ini disebut karangan narasi sugestif.
6.    Contoh-contoh paragraf narasi
            Contoh dari paragraf Narasi, baik contoh paragraf narasi kejadian maupun contoh paragraf narasi runtut cerita

1.      Contoh Paragraf Narasi Runtut cerita
Lahir di Yogyakarta, 18 Septemberr 1943, Kuntowijoyo sudah bergelut dengan kegiatan tulis-menulis sejak 1958 ketika ia masih duduk di kelas tiga SMP. Cerpen-cerpen awalnya muncul di majalah Sastera dan Horison. Meraih gelar doktor dalam bidang sejarah pada Universitas Columbia (1980) dengan disertasi berjudul Social in An Agrarian Society Madura 1 1 (kini dalam proses penerjemahan ulang untuk diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia), Kunto dikenal sebagai sejarawan sekaligus sastrawan andal. Beberapa karya sastranya sudah dibukukan, di antaranya Dilarang Mencintai Bunga- Bunga (kumpulan cerpen); umput- umput Danau Bento (1968) dan Topeng (1973): naskah drama; Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari (1966), Pasar (1972), dan Khotbah di Atas Bukit (1976): novel; Isyarat dan Suluk Awang- wung (kumpulan puisi). Buku-bukunya di bidang sejarah, sosial, dan budaya juga telah terbit, seperti Dinamika Sejarah mat Islam Indonesia (1985); Budaya dan Masyarakat (1987); Paradigma Islam Interpretasi untuk Aksi (1991), dan adikalisme Petani (1993). Tiga di antara sekian banyak cerpennya yang dimuat di Kompas terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas dalam tiga tahun berturut-turut, yakni Laki-laki yang Kawin dengan Peri (1995); Pistol Perdamaian (1996); dan Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan (1997). Ketika novel ini dalam prosespenerbitan, Kuntowijoyo yang kini tercatat sebagai Koordinator Mata Kuliah Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UGM tengah mempersiapkan naskah pidato untuk upacara pengukuhan dirinya sebagai guru besar tetap pada Fakultas Sastra UGM.
(" Terampil Berbahasa Indonesia 2 " karangan Gunawan Budi Santoso, Wendi Widya R.D, Uti Darmawati)

2.      Contoh Paragraf Narasi Kejadian

            Dalam setting budaya Jawa berikut warna Islam yang selalu mewarnai karya-karya Kuntowijoyo, tokoh Abu Kasan Sapari tumbuh dalam suatu proses dialektika dengan zamannya ketika ”bumi gonjang-ganjing, langit megap-megap”. Sebagai pegawai di sebuah kecamatan di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, Abu berkesempatan tampil sebagai saksi sejarah menjelang tumbangnya kejayaan sebuah orde yang kemaruk. Orde Baru! Sampai akhirnya tanda-tanda zaman itu muncul, isyarat bahwa pemerintah yang tengah berkuasa akan segera ambruk. Lalu, pada suatu malam pada musim kemarau, hujan lebat – oleh masyarakat dinamakan hujan salah musim – itu datang disertai angin ribut. ”Pagi hari, hujan dan angin reda. Orang-orang keluar ke terminal. Beringin itu tumbang! Pohon yang selama ini tegak menghadapi musim hujan dan angin.

3.      Contoh Narasi Berisi Fakta
            Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada  tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan Berjuang.

4.      Contoh Narasi Fiksi
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Berdasarkan isi pembahasan makalah di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa sebenarnya paragraf narasi itu adalah.
1.      Bentuk kisahan mengenai peristiwa atau kejadian berdasarkan urutan waktu atau secara kronologis.
2.      Jenis-jenis paragraf narasi ada dua yaitu, paragraf narasi ekspositoris dan paragraf narasi sugestif.
3.      Ciri-ciri narasi adalah: Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan,dirangkai dalam urutan waktu,berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"dan ada konfiks.
4.      Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama,yakni: Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas,kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas.
5.      Jenis-jenis Karangan Narasi:  narasi ekspositorik (narasi teknis),dan narasi sugestif.

B. SARAN
           Apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat suatu keurangan, maka kami sebagai penyusun menerima dengan besar hati apabila ada kritik, dan saran dari pembaca guna kesempurnaan dari makalah-makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

www.sentra-edukasi.com/2010/04/paragraf-narasi.html
adegustiann.blogsome.com/.../ciri-tulisan-narasi-deskripsi-eksposisi-d...
adegustiann.blogsome.com/2009/02/.../pola-pengembangan-paragraf...
id.wikipedia.org/wiki/Narasi

0 comments:

Post a Comment